BNNK Touna Petakan Lingkungan Pendidikan Anti Narkoba

Touna,Satusulteng.com – Sebagai upaya mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di lingkungan pendidikan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-una (Touna) melaksanakan pemetaan lingkungan pendidikan anti Narkoba di SMK Pertanian, Bantuga, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Touna, Rabu (12/10/2016).

Pemetaan lingkungan pendidikan anti Narkoba dilaksanakan di ruang Lab IPA SMK Pertanian dibuka oleh Sekertaris Disdikpora Kabupaten Touna, Asriman dengan menghadirkan dua narasumber yakni, Kepala BNNK Touna, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd dan Sekertaris Disdikpora Asriman, S.Pd, MAP.

Kegiatan pemetaan lingkungan pendidikan anti Narkoba itu diikuti oleh Siswa-Siswi tingkat SLTA dan SLTP serta guru-guru pendamping di di Kecamatan Ampana Tete, berjumlah 25 peserta.

Kepala BNNK Touna, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd dalam materinya mengatakan, dalam dunia Narkoba ada beberapa kategori yakni, pengguna coba-coba, pengguna teratur, dan pecandu.

“Seorang pengguna coba-coba awalnya merasa ingin tahu. Pengguna teratur awalnya coba-coba yang kemudian menggunakan secara teratur.  Sedangkan pecandu dari pengguna teratur yang tidak terkontrol,” terang Djohansah.

Dia menyebutkan, ciri-ciri seorang pengguna Narkoba kesehariannya suka menyendiri, perubahan hoby, suka keluar malam, perubahan pergaulan, berpakain tidak terurus dan prestasi disekolah menurun.

Olehnya untuk mencegah adik-adik untuk tidak terjerumus kedunia Narkoba, harus melakukan kegiatan yang positif seperti kegiatan olahraga, pramuka dan menjauhi kegiatan negative seperti  merokok, minum-minuman keras dan pergaulan malam,” tuturnya.

 

Dia berharap, kepada peserta setelah mengikuti kegiatan ini agar menjadi perpanjangan tangan BNN dalam memerangi Narkoba baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Apabila mengetahui ada keluarga atau teman yang terjerumus kedunia Narkoba segera laporkan kepihak BNN untuk dilakukan rehab.

Sementara itu Sekertaris Disdikpora Touna, Asriman mengatakan, kegiatan seperti ini sangat diperlukan untuk lebih memberikan pemahaman kepada pelajar terlebih pada era globalisasi saat ini. Hal ini disebabkan oleh maraknya kasus penyalahgunaan Narkoba yang sedang terjadi akhir-akhir ini terutama di kalangan remaja dan pelajar.

“Narkoba memang sudah menjadi salah satu momok terbesar bagi bangsa kita karena sasaran utama dari pengedar Narkoba adalah para pelajar dan remaja yang pada umumnya masih berada pada usia produktif, yakni antara 11 tahun sampai 24 tahun,” katanya

Olehnya, Asriman beraharap, kepada peserta untuk menjauhi segala bentuk Narkoba. Karena Narkoba akan mempengaruhi kesehatan fisik, mempengaruhi psikologi, berdampak pada lingkungan sosial, melanggar hukum, dan menghancurkan kehidupan dan masa depan.

 

255 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments